mahasiswa dipukuli. Saya setuju demo itu perlu, hanya saja untuk demo teman teman kemarin saya kurang setuju melihat tuduhan pada Presiden yang berlebihan dengan memunculkan tagar tagar rezim anti kritik, rezim fasis, bahkan darurat demokrasi.
Berikut saya mengutip keseluruhan pendapat writer pada seword.com yang mewakili pendapat saya
--sumber gambar
Tuntutan mahasiswa yang tak masuk akal
Ada dua pokok tuntutan mahasiswa. Pertama, menarik mandat Jokowi-JK karena dinilai tidak mampu mengelola aset negara. Mahasiswa mau menarik mandat Jokowi-JK? Ini hasil pemikiran dari mana? Apa mahasiswa ini sudah ahli-ahli yang sangat mengetahui tata-kelola aset negara?
Begini. Kalau Jokowi-JK tidak mampu mengelola aset negara, mana mungkin kita, warga negara Indonesia, saat ini masih bertahan hidup, aset negara masih kita miliki dengan baik, bahkan aset negara itu semakin indah karena adanya pembangunan infrastruktur yang masif di seluruh Indonesia.
Atau karena adanya utang negara? Kalau itu yang dimaksud, berarti mahasiswa ini tidak pernah mau mendengarkan penjelasan menteri keuangan, Sri Mulyani, yang bagi saya sudah sangat jelas. Tapi maklumlah, dari 100% penjelasan dosen saja, dengan suasana belajar yang baik, mahasiswa hanya mampu menyerap 30-50% saja. Itu pun kalau mahasiswa itu mahasiswa sungguhan, bukan mahasiswa-mahasiswaan. Apalagi hanya sepintas lalu di televisi atau internet, yah kalau buka berita di internet, kalau buka yang itu...... Habis dah.
Kedua, meminta Jokowi untuk meluruskan kiblat bangsa di mana pemerintah sudah mengarah ke China, perlu adanya tindak lurus. Ke mana sih kiblat pemerintah, ke China, Rusia, US, Eropa, Arab, atau Timur Tengah? Menurut mahasiswa ini, kiblat pemerintah Jokowi-JK adalah China. Eaaa..... China lagi.
Sebenarnya kalau sudah ada Chinanya, saya mau muntah mendengarnya. Apa apa China, apa apa China! Padahal HP-nya merk dari China. Mulai dari sempak sampai topinya dari China, tapi tetap aja salahin China.
Kan nggak mungkin ke Arab, karena Arab penghasil minyak, bukan smartphone. Apalagi ke Timur Tengah, kan mereka tidak mampu buat barang KW. Apalagi negara-negara itu sekarang belum kondusif dan menurut Pak Jokowi, masih hanya Saudi yang mau menanamkan modal di Indonesia, yang lain belum mau.
Apa mau berkiblat ke Eropa? Sepertinya perekonomian Eropa sedang tidak baik, pun juga perekonomian US. Kalaupun berkiblat ke Eropa atau US, nanti dibilang antek asing.
Padahal sebenarnya tidak tepat kalau dikatakan kiblat, sebab Indonesia berkiblat ke Pancasila dan UUD 1945, tidak ada yang lain. Ada pun kecenderungan pemerintah bekerja sama dengan China, karena negara itu sekarang mengalami perkembangan ekonomi yang sangat pesat. Apalagi China mau berinvestasi di Indonesia. Masakan kita harus mengemis negara Timur Tengah untuk berinvestasi padahal ada yang tertarik tanpa diminta dengan keuntungan yang sama. Oh yah, Arab dan TimTeng sudah bisa membuat MRT, LRT, HP, dll. yang dibutuhkan Indonesia?
Ketiga, korupsi, hukum, HAM, dan perwujudan nawacita. Menurut mereka masih banyak janji Jokowi-JK tidak terealisasi atau tidak ditepati. Jadi mereka mau menuntut ke Jokowi-JK agar janji itu ditepati.
Siapa yang mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi-JK itu tanpa cacat-cela? Tidak ada. Hanya orang gila yang mengatakan itu. Benar bahwa pemerintahan Jokowi-JK tidak sesempurna janji mereka ketika kampanye. Tetapi saya mau tanya, presiden dan wakil presiden mana di dunia ini mampu menepati seluruh janji kampanye mereka tanpa ada kekurangan sedirkit pun? Tidak ada juga. Tetapi kenyataannya bahwa hasil kerja Jokowi-JK selama 3 tahun ini sangat tampak jelas di mata Indonesia.
Mari kita melihat apa yang sudah dilakukan pemerintah. Menyetarakan harga BBM, membangun infrastruktur jalan raya dan bendungan, memperhatikan perbatasan negara, dan tol laut adalah sebagian dari usaha pemerintah mewujudkan nawacita. Setelah melihat itu, lihatlah lagi apa yang belum dikerjakan. Jelaskan secara baik dan berikan solusi bila belum sebaik yang kita harapkan.
Jangan seperti Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Gerindra dan PKS, yang nyinyir kepada pemerintah tetapi tidak ada gebrakan apa-apa di DPR sebagai usaha memperbaiki bangsa ini untuk membantu pemerintah. Kalau hanya mulut komat-kamit, pantat ayam juga komat-kamit tuh....
Menuduh polisi represif
Menurut berita di televisi dan internet yang saya dapatkan, kepolisisan sudah melakukan tindakan persuasif. Hanya karena mebubarkan mahasiswa yang tidak mau pulang padahal sudah habis waktu untuk demonstrasi, serta adanya rencana bermalam di tempat demo, kepolisian dituduh melakukan represif. Bagaimana mungkin demo demi keadilan dan undang-undang, tetapi melakukan ketidakadilan dan melanggar undang-undang. Logikanya diletakkan di mana?
Sampai di sini, saya tidak membenci orang yang melakukan demonstrasi, tetapi harus tetap memerhatikan kepentingan umum. Tidak mungkin seorang yang memperjuangkan kepentingan umum sekaligus memberangus kepentingan umum lainnya. Sama saja teriak maling padahal dia sendiri maling.
Kesimpulan
Dari tuntutan mahasiswa yang tidak masuk akal dan seolah-olah dipaksakan, dan tuduhan tindakan represif dari kepolisian, serta niat yang memaksakan kehendak, maka saya menyimpulkan bahwa demo ini hanya demo-demoan saja. Mungkin bangku kuliah tidak menarik.
Selain mengganggu ketertiban umum, juga tidak inspiratif. Cobalah membuat demo yang inspiratif, yang membangkitkan rasa kepedulian terhadap tuntutan yang diajukan. Misalnya, mendemo pengadilan yang membebaskan Setya Novanto, mendemo DPR yang mendengarkan keluh kesah koruptor dalam rangka mengebiri KPK, mendemo Fadli Zon dan Fahri Hamzah yang lebih asyik twitteran dari pada berkarya untuk NKRI.
Terakhir. Jika mahasiswa ingin bangsa maju, bantulah pemerintah dalam berkarya. Belajarlah dengan baik agar generasi berikutnya semakin tangguh menghadapi tantangan zaman yang akan semakin berkembang. Biar tidak ada lagi yang membakar sekolah demi menarik perhatian pemerintah.
Untuk mahasiswa dan anggota kepolisian yang mengalami luka-luka, semoga cepat sembuh dan dapat kembali melakukan aktivitas yang jauh lebih baik ke depannya.
Salam dari rakyat jelata
Sumber:
https://news.detik.com/berita/ 3693530/demo-di-dekat-istana- 3-polisi-dan-1-mahasiswa- terlukawww.silalahi.co.id